Monday, 24 April 2017

# Artikel

Isra Mi’Raj: Kembali Mengingat Arti Shalat



Assalamu’alaikum pembaca yang budiman dan dirahmati Allah.


Tumben banget pakai salam? Iya, karena saya ingin membahas hari ini. Hari diperingatinya Isra Mi’Raj, hari yang sangat bersejarah dan teramat penting bagi umat islam. Hari dimana shalat lima waktu diperintahkan langsung oleh Allah SWT melalui Nabi kita tercinta Nabi Muhammad SAW.

Isra dan Mi’Raj adalah dua perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam waktu hanya semalam. Isra adalah perjalanan beliau dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sedangkan Mi’Raj adalah perjalanan beliau dengan Malaikat Jibril ke Sidratul Muntaha (melewati langit ke-7 dan langsung bertemu dengan Allah SWT). Di sinilah perintah untuk menjalankan shalat lima waktu diturunkan.

Jadi, ketika hari diperingatinya Isra Mi’Raj, menjadi reminder pada diri. Untuk kembali memperbaiki shalat yang sering bolong. Begitu banyaknya ayat dalam Al-Qur’an yang memerintahkan umat muslim untuk memelihara shalatnya.  Mari kita mengingat kembali, apakah arti shalat bagi kalian? Berikut beberapa arti shalat bagi saya:


1.       SENANTIASA MENGINGAT ALLAH

Shalat adalah salah satu bentuk komunikasi seorang hamba dengan Tuhannya. Begitu sering hingga lima waktu umat muslim berhadapan dengan Allah. Saking seringnya Allah akan terus melekat dalam benak. Tanpa sadar mejauhkan dari perbuatan dan niat buruk yang ingin dilakukan. Karena saya berpikir, pasti akan percuma shalat yang telah dijalankan selama ini jika melakukan hal yang buruk dan dibenciNya.
“Sungguh Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakan shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Ta Ha: 14)

2.       PENOLONG UMAT MUSLIM

Ketika dirundung duka, dan tak ada lagi tempat untuk meminta pertolongan. Maka, dengan shalat dan sabar Allah akan senantiasa menolong. Bukan disaat kita inginkan, tapi disaat yang tepat.
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

3.       TAMENG DARI PERBUATAN BURUK

Tak hanya duka, kadang manusia juga diuji dengan suka. Di saat sukalah sebenarnya ujian yang paling berat. Kebanyakan manusia akan lupa ketika apa yang telah di inginkan di dunia telah tercapai.
“Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat.” (QS. Al-Ma’arij: 19-22)

4.       PENGABDIAN PADA ALLAH

Seorang hamba yang beriman akan mengabdikan diri pada Allah. Baginya hidup di dunia hanya sementara. Tujuan hidup yang sesungguhnya adalah akhirat. Dan bagi umat yang sangat mencintai Allah. Tak ada hal yang lebih penting di dunia ini kecuali Allah.
“Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An’Am: 162)

Sekan dari saya, silakan dikoreksi dan ditambahkan apabila ada kesalahan. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

No comments:

Post a Comment

instagram