Tuesday, 10 May 2016

# Pujangga

Nenenda

Kabut menyamarkan pandang
Udara menggigit kulit menembus tulang
Kaca berembun
Mengabur
Mengejekku yang meringkuk
.
Pandangan nyalang menampar kepedihan
Merembeskan air mata tanpa jeda
Lalu mengering meninggalkan sia-sia
Mencampakan nurani yang tersisa
.
Nenenda?
Bagaimana kabarmu disana?
Pengampu raga saat Ibu Bapak tiada
Penjaga jiwa saat batin terluka
Ampuni aku kini
Telah lalai dan teperlus
Namun kau tetap mengucap namaku diantara sembahyangmu


Jakarta, 10 Mei 2016

No comments:

Post a Comment

instagram