Wednesday, 20 March 2013

# Cerpen

Antara Cinta & Sahabat



May berjalan ditengah derasnya hujan dengan payung yang salah satu jerujinya telah patah oleh terpaan angin. Demi menemui Boby dan Roy, May rela membolos les bahasa inggrisnya. Boby dan Roy adalah sahabat May sejak mereka masih TK. Kemana-mana selalu bertiga. Tetapi ketika masuk SMP mereka sempat berpisah, May dan Boby diterima di SMP favorit. Sedangkan Roy gagal dalam tes masuk SMP tersebut. Terpaksa Roy mencari sekolah lain. Tetapi meskipun begitu mereka tidak pernah absen nongkrong bareng minimal seminggu sekali. Setelah masa SMP terlewati,akhirnya mereka masuk di SMA yang sama.
            Dari jauh terlihat Boby dan Roy sedang bersenda-gurau. Mereka terlihat asyik sekali. Sepertinya tanpa May. Keadaaan akan lebih menarik. Dengan cemberut May melemparkan payungnya yang rusak ke tempat sampah rumah Roy.

            “Oh, jadi gini? Nggak ada gue lu berdua tetep seneng? Khawatir dikit kek. Tau kan kalo diluar hujan deras. Masa cewek jalan sendirian ditengah hujan. Lu berdua nggak ada yang peduli?” omel May kesal.
            “Sorry May, kan elu tau kalo mobil gue masih di bengkel.” Elak Boby.
            “Kalo gue kan nggak punya mobil May. Jadi percuma juga jemput elu naik motor. Yang ada basah juga. Hehe…” Roy nyengir.
            “Alah, emang paling pinter yah lu berdua nyari alesan. Minggir lu Bob, gue capek mau duduk.”
            “Eh, bentar-bentar!” Boby menahan May yang hendak duduk.
            “Apaan lagi sih?”
            Boby memegang kedua bahu May, “Ini sofa baru. Baju lu basah. Mending lu ganti baju dulu. Daripada ntar gue kena omel nyokap.”
            “Yaelah, gue kan gak bawa baju ganti.”
            “Udah. Pake baju gue aja.” Boby menuntun May ke kamarnya. Ia memilihkan baju untuk May. Lalu meninggalkannya menemui Roy.

❣❣❣❣❣

            Agak rikuh May memakai baju Boby. Baru pertama kali ia memakai baju laki-laki. Apalagi Boby adalah orang yang disukainya. Memang benar Boby adalah sahabatnya. Tetapi apa salah jika May memiliki persaan lebih untuknya? May tidak bisa mengontrol isi hatinya. Semakin ia menepis perasaan itu. Perasaan itu malah tumbuh semakin liar. May sadar, cinta dapat menghancurkan persahabatan mereka. Maka dari itu May tidak pernah mengungkapkannya. May takut Boby akan menjauh darinya. Takut hubungannya dengan Boby akan menjadi kaku. Dan takut apabila Boby tidak mempunyai perasaan yang sama dengannya.
            Roy tertawa hingga air matanya keluar saat meliat May. “Lu pake baju apa karung Non?”
            Boby membungkam mulut Roy, “Bagus kok May. Jadi keibuan.”
         Mendengar itu May menjitak kepala Boby. “Maksud lu gue kayak emak-emak pake daster kedodoran gitu?”
            Sekarang yang tertawa tidak hanya Roy, Boby pun membuat suasana makin heboh dengan suara tawanya yang khas itu. Menurut May tawa Boby itu seperti ringkikan kuda. Aneh. Tetapi ngangenin. Di dalam hatinya May ikut tersenyum melihat tawa Boby.
            “Puas lu berdua ngetawain gue? Hah?” May pura-pura jutek dan mengambil teh panas Boby.
            “Eh, kita nngumpul disini kan mau ngebahas acara nonton konser besok.” Kata Roy setelah tawanya reda.
            Mereka bertiga adalah VIP (Very Important Person) yang berarti fans dari boyband asal negeri gingseng yaitu Big Bang. Sekarang ini Korean Wave lagi gencar-gencarnya menjangkit para remaja dunia. Dan mereka bertiga terbawa arus karena mengenal sosok Big Bang. Pertama kali yang mengenal Bigbang adalah May. Lalu ia dengan antusias memberikan presentasi mengenai Big Bang pada kedua sahabatnya. Awalnya Roy dan Boby tidak tertarik. Tetapi lama kelamaan mereka juga terpengaruh karena gaya unik Big Bang. Big Bang itu berbeda dari boyband lain. Kebanyakan boyband memiliki gaya yang rapi dan klimis. Berbeda dengan gaya Big Bang yang laki banget.
            “Lu bawa kan crown stick buat besok?” May memandang Roy.
            Lalu Roy mengeluarkan tiga crown stick dari tasnya. Crown stick adalah lighstick khas Big Bang bermahkota kuning terang.
            “Trus mana kaosnya?” kali ini May memandang Boby.
            Boby masuk kedalam. Lalu keluar dengan tiga kaos hitam bertuliskan ‘One of A Kind’ di depannya. One of A Kind adalah album solo kedua G-Dragon. Sang Leader Big Bang. Dan anggota Big Bang favorit mereka adalah G-Dragon. Karena G-Dragon adalah musisi jenius yang banyak menciptakan lagu untuk Big Bang. 
            “Trus apa yang lu bawa?” Kali ini Boby yang bertanya.
            May mengeluarkan gelang Big Bang berwarna biru yang bisa menyala dalam kegelapan. Mereka bertiga saling pandang. Ada isyarat khusus di mata mereka. Lalu dengan misterius mereka tersenyum aneh.
            “WOOOOHOOOOO!!!!” teriak mereka bertiga sambil berpelukan dan loncat-loncat bersama. Seperti anak kecil yang mendapatkan coklat dari sang Ibu.

❣❣❣❣❣

            Matahari begitu terik. Peluh terus bercucuran. Dan masih 6 jam lagi pintu masuk ke MEIS akan dibuka. Sudah banyak orang yang mengantri. Ada juga yang datang dari luar kota hanya untuk melihat idola mereka. Panas terik matahari tak sedikit pun mengendurkan semangat para VIP. Inilah bentuk cinta tulus dari fans yang untuk sang idola.
            “Laper gue.” May memegang perutnya.
            “Untung gue bawa bekel.” Roy membuka tasnya dan menyodorkan sebuah burger pada May.
            “Elu gimana?” May khawatir jika Roy juga lapar.
            “Tenang gue bawa tiga.”
            “Makasih yah.” Mata May berbinar.
            “Sama-sama cantik.” Roy mengacak rambut May.
            “Baru tau kalau gue cantik?” May berusaha menyembunyikan jantungnya yang berdetak kencang. Apa ini? Apakah May juga menyukai Roy?
            “By the way, Boby kemana yah? Dari tadi belum nongol juga. Gue telfon nggak diangkat. Gue sms juga nggak dibales.” Roy terlihat cemas.
            “Lagi dijalan kali. Tau sendiri Boby kalau dijalan nggak bisa liat HP.”
 Boby memang memiliki trauma masa lalu. Ia pernah menabrak seseorang saat sedang smsan dengan May. Boby adalah tipe orang yang tidak bisa konsentrasi pada lebih dari satu objek.
❣❣❣❣❣
Tidak terasa pintu masuk ke MEIS dibuka. Beruntung Boby tidak terlambat. Mobil Boby mogok lagi dalam perjalanan menuju MEIS. Mau tidak mau Boby harus membawa CRVnya ke bengkel lagi.
 Petugas tidak membolehkan penonton membawa air mineral. Setiap tas penonton yang masuk satu per satu diperiksa. Jika ada yang ketahuan membawa air mineral maka petugas akan membuangnya. Tampak banyak sekali air mineral yang masih terisi full menggunung di depan.
Sebelum berangkat mereka bertiga sudah mengantisipasi masalah ini. Boby lah yang ditugaskan membawa tas yang penuh dengan kantong di dalamnya. Sehingga mereka bisa menyembunyikan air mineral dengan botol kecil di dalamnya. Toh, petugas tidak akan memeriksa dengan teliti setiap tas. Mereka hanya membuka bagian inti saja dan hanya melihat beberapa detik. Karena masih banyak orang yang mengantri di belakang.
Roy, Boby dan May berlari-larian setelah berhasil masuk. Mereka mencari tempat paling depan. Tempat yang paling setrategis untuk melihat Big Bang. Beruntung belum banyak orang yang masuk. Sehingga mereka mendapatkan tempat yang di inginkan.
Untuk pembukaan Big Bang menyanyikan lagu Alive. Semua orang histeris berteriak. Bahkan ada yang sampai menangis. Mereka terlalu bahagia bisa melihat langsung sang idola di atas panggung. Ketiga sahabat itu pun juga terbawa suasana. Mereka ikut berlonjak dan meneriakkan lagu Big Bang yang sedang dinyanyikan.
Tidak terasa sudah sampai di penghujung acara. Untuk lagu terakhir Big Bang membawakan lagu Tonight. Semua penonton bukannya semakin lelah tetapi malah semakin antusias. Dan ditengah gemuruhnya teriakan penonton samar-samar Roy bilang “I Love You”.
Seperti disambar petir May terdiam. Ia mematung. Keadaan menjadi sunyi untuknya. “Apakah aku tidak salah dengar?” batin May gemetar. 

❣❣❣❣❣

Sudah hampir jam tiga pagi. Tetapi May belum bisa memjamkan matanya. Kata-kata Roy terus terngiang ditelinganya. “Enggak. Gue pasti salah denger.” Gumam May berulang-ulang. Berusaha menyakinkan dirinya jika memang apa yang di dengarnya itu tidak benar
“Tapi gimana kalo itu bener? Apa gue mampu menerima kenyataan ini?” 

❣❣❣❣❣

Pagi ini langit begitu  mendung. Semendung hati May. Tidak seperti biasanya May malas sekali masuk ke sekolah. Lama May memandang gedung sekolahnya yang berdiri kokoh. May takut jika hatinya tak sekokoh gedung itu.  Ia takut bertemu kedua sahabatnya. Ia takut apa yang Roy katakan benar. Dan May tidak salah dengar.
Kaki May terasa berat. Baru kali ini ia merasakan hal seperti ini. Seperti ada sesuatu yang tak terlihat mengikat kakinya. Tapi May memaksakan kakinya melangkah masuk. Ia memantapkan hati dengan langkah pertamanya.
“May!” terlihat Titi sang ketua kelas sedang kerepotan membawa banyak buku yang sabtu kemarin dipinjam dari perpustakaan untuk praktek biologi.
Tanpa bertanya lagi May tau apa maksud Titi memanggilnya. Tanpa basa-basi May mengambil separuh buku yang ada di tangan Titi dan membantu membawanya ke perpustakaan.
“Makasih yah May.” Kata Titi setelah meletakkan buku-buku itu pada tempatnya.
“Iya Ti. Lu duluan aja. Sama nitip tas gue yah. Gue masih mau cari novel buat tugas resensi minggu depan.” May memberikan tasnya pada Titi. Lalu May masuk ke dalam perpustakaan, menyusuri setiap rak bagian fiksi. Lalu ia mendengar suara orang berbisik-bisik. Bulu kuduk May berdiri.
“Ini bukan suara buku seperti dalam film inkheart itu kan?” batin May ngeri. Tetapi karena penasaran May mencari sumber suara. May berusaha mengintip ke balik rak buku. Disana terlihat Roy sedang mencium kening Boby.
May membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. Kakinya lemas. Seperti tak mampu lagi menahan berat tubuhnya. Air matanya mulai membanjir di pipinya. Ternyata apa yang May dengar di konser itu tidak salah. 

THE END

No comments:

Post a Comment

instagram